Amiluddin Resmi Cabut Laporan Dugaan Perselingkuhan Oknum TNI di Subdenpom Bantaeng


BANTAENG — SULSEL. MERAKnusantara.com- Amiluddin resmi mencabut laporan pengaduan dugaan perselingkuhan yang sebelumnya dilaporkannya di Kantor Subdenpom XIV/1-2 Bantaeng terhadap seorang oknum anggota TNI berinisial Kopda A yang bertugas di Kodim 1410/Bantaeng.

Pencabutan laporan tersebut dilakukan langsung oleh Amiluddin pada Rabu, 28 Mei 2026, setelah dirinya mengaku mengetahui fakta sebenarnya dari anaknya sendiri, AAA (17).

Sebelumnya, pada Minggu, 24 Mei 2026 sekitar pukul 17.00 WITA, Amiluddin mendatangi Kantor Subdenpom XIV/1-2 Bantaeng untuk melaporkan dugaan perselingkuhan antara istrinya yang berinisial "In" (46) dengan Kopda "A". Laporan itu dibuat berdasarkan pengakuan dan cerita yang disampaikan oleh anaknya.

Namun setelah melakukan pembicaraan langsung dengan anaknya, Amiluddin mengaku merasa bersalah dan memutuskan mencabut seluruh laporan yang telah dibuat.

“Setelah saya bertemu dan berbicara langsung dengan anak saya, "AAA", saya merasa bersalah dan meminta maaf atas laporan yang saya buat,” ujar Amiluddin.

Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada oknum anggota TNI _AD Kopda "A" serta jajaran Kodim 1410/Bantaeng karena telah membuat laporan dugaan perselingkuhan tanpa dasar fakta bukti-bukti yang otentik.

“Saya meminta maaf dan khilaf telah melaporkan oknum anggota TNI Kopda "A" yang bertugas di Kodim 1410/Bantaeng kepada DENSUB POM Bantaeng. Permohonan maaf ini juga saya tujukan kepada seluruh jajarannya TNI_AD atas tindakan saya membuat laporan terkait dugaan perselingkuhan dan perzinahan yang sebatas hanya berdasarkan cerita dari anak saya AAA yang sesungguhnya bukan juga tidak sesuai dengan faktanya. 

Dan anak saya mengakui bahwa cerita tersebut tidak benar dan tidak pernah terjadi,” lanjutnya.

Menurut Amiluddin, anaknya mengaku sengaja membuat cerita tersebut dengan harapan kedua orang tuanya dapat kembali rujuk.

Sementara itu, AAA saat ditemui awak media pada Rabu malam, 27 Mei 2026 sekitar pukul 21.00 WITA, juga membenarkan bahwa video singkat yang sebelumnya menjadi dasar laporan ayahnya ( Amiluddin - red) hanyalah rekayasa.

“Video itu memang tidak benar. Saya direkam sambil diarahkan, dan yang merekam adalah teman tettakku bernama Jabi. Saya hanya ingin kedua orang tua saya bisa rujuk kembali,” katanya.

Di sisi lain, Sertu Jamaluddin menjelaskan bahwa setelah adanya laporan dan pemberitaan dari beberapa media, pihak Kodim 1410/Bantaeng melalui anggota TNI Kodim Bantaeng melakukan pemanggilan dan pemeriksaan terhadap Kopda A sebagai bentuk respon tanggap menyikapi aspirasi yang berkembang demi menjaga nama baik Uniform dan Marwah TNI_AD.

Selanjutnya, Dandim 1410/Bantaeng memerintahkan Unit Intel untuk melakukan penyelidikan.

“Berdasarkan hasil penyelidikan anggota Unit Intel Kodim 1410/Bantaeng, diperoleh keterangan bahwa hubungan komunikasi antara Kopda A dengan saudari IDR hanya sebatas hubungan bisnis,” jelas salah seorang anggota Intel yang dirahasiakan inisialnya.

( Abdul Kahar / MNN)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Iklan

Iklan Hari Pendidikan Nasional