PALOPO— SULSEL.MERAKnusantara.com- Kedatangan Tim Unit Narkoba Polda Sulsel di Kota Palopo justru menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Sejumlah warga Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan mengaku resah dengan aksi penegakan hukum yang dinilai tebang pilih dan hanya menyasar "sapi perahan".
Hal ini terungkap dari penuturan seorang sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan, Ahad dini hari, 23 Agustus 2026 sekitar pukul 01.00 WITA.
*"Atraksi Tembakan Peringatan" Bikin Warga Kaget*
Menurut sumber, Sabtu malam, 22 Agustus 2026 sekitar pukul 23.00 WITA, terdengar suara letusan senjata api secara bertubi-tubi di wilayah Songka.
"Ada yang mengaku Tim Unit Narkoba dari Polda Sulsel. Mereka letuskan pistol ke udara seperti kembang api. Warga kaget semua," ujar sumber.
Sumber menyebut, saat itu digunakan sekitar 3 motor dan 1 mobil warna hitam untuk melakukan penangkapan terhadap terduga pelaku penjual narkoba. Informasi penangkapan itu didapat dari chat WhatsApp seseorang yang disebut sebagai Banpol.
*Diduga "Target 86" dan Bebaskan Tersangka*
Yang membuat warga marah, kata sumber, operasi tersebut diduga bukan untuk memberantas bandar besar.
"Katanya mau berantas narkoba. Tapi faktanya hanya menjerat orang untuk dijadikan sapi perahan. Kalau bayar puluhan juta, dilepas lagi," tegasnya.
Sumber mencontohkan kasus penangkapan 2 orang berinisial R dan H beberapa malam sebelumnya. "BB-nya signifikan. Tapi faktanya sekarang R dan H sudah bebas. Ini bagaimana? Kalau model begini kapan bandar bisa berhenti. Yang ada justru dibina jadi sumber penghasilan lewat pasal 86," keluhnya.
Sumber menegaskan, Tim dari Polda Sulsel selama ini datang ke wilayah hukum Luwu Raya dan Palopo bukan untuk membasmi bandar, tapi "cari uang".
*Tuntutan: Kapolri dan Kapolda Harus Turun Tangan*
Atas kejadian ini, warga meminta pimpinan tertinggi Polri dan Kapolda Sulsel untuk mengevaluasi dan mengawasi kinerja anggotanya di lapangan.
"Jangan biarkan bandar besar dibiarkan. Yang kecil-kecil dan pengguna yang jadi korban. Barang bukti yang disita juga beredar kembali," tutup sumber.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Polda Sulsel dan Polres Palopo belum memberikan keterangan resmi terkait tuduhan tersebut. Pihak terkait berhak memberikan hak jawab untuk keberimbangan berita ini.
(Laporan M NASRUM NABA)
*#BerantasNarkoba #BukanMainMain #TegakkanHukum*


