Header Ads

Kasus Dugaan Penganiayaan Perempuan oleh Oknum Polwan, Polda Riau Akan Lakukan Gelar Perkara


Pekanbaru -meraknusantara.com,-  Kepolisian Daerah (Polda Riau) memeriksa 6 orang saksi dalam kasus dugaan penganiyaaan yang dilakukan diduga oleh seorang polisi wanita (Polwan) terhadap perempuan bernama Riri. Pemeriksaan dilakukan untuk melengkapi berkas penyelidikan sebelum penyidik melakukan gelar perkara.

Kabid Humas Polda Riau, Kombes Pol Sunarto menjelaskan, pemeriksaan juga telah dilakukan terhadap Brigadir IR, yakni oknum polwan yang dilaporkan Riri. Selain itu, sejumlah orang yang diduga mengetahui peristiwa dugaan penganiayaan, termasuk tetangga korban telah dimintai keterangan.

"Enam saksi telah diperiksa. Rencananya besok penyidik akan melakukan gelar perkara untuk menentukan kelanjutan kasus ini," terang Kombes Sunarto, Sabtu (24/9/2022) malam.

Brigadir IR sebelumnya telah menjalani pemeriksaan di Bidang Propam Polda Riau, Jumat (23/9). Ia bahkan langsung dijemput oleh tim Propam dan dibawa ke Polda Riau.

"Pimpinan menaruh atensi terkait kasus ini. Langkah-langkah penanganan diambil dengan cepat. Saat ini proses hukum sedang berjalan. Bila terbukti, pimpinan tak akan segan menindak tegas sesuai aturan," jelas Kombes Sunarto.

Diwartakan sebelumnya, Brigadir IR yang bertugas di BNN Provinsi Riau, dilaporkan ke Polda Riau usai diduga menyekap dan menganiaya seorang perempuan. Informasi yang berkembang menyebut persoalan ini terjadi karena dugaan tidak disetujuinya hubungan asmara antara adik sang Polwan dengan korban Riri. Adik Brigadir IR telah membina hubungan asmara dengan Riri selama tiga tahun.

Dugaan penganiayaan bermula saat Brigadir IR dan ibunya tiba-tiba mendatangi kontrakan Riri sambil mengeluarkan kata-kata tak menyenangkan pada Rabu (21/9/2022) malam lalu. Keduanya lalu diduga menyekap dan memukuli Riri di kamar dengan membabi buta.

Tak sampai di sana, korban kemudian dibawa ke parkiran Kantor BNNP Pekanbaru oleh rekan Brigadir IR dan kembali dipukuli di dalam mobil.

Walaupun sempat dihentikan rekannya, Brigadir IR masih terus menghujani Riri dengan pukulan. Atas dugaan penganiayaan tersebut, Riri mengalami memar di beberapa bagian tubuhnya serta bengkak di kepalanya.

Persoalan ini muncul dari viralnya peristiwa tersebut di media sosial sejak beberapa hari lalu. (red)

Sumber. Antara Riau

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.