Mumun Munisah S.EI, Menilai Penanggulangan Stunting Harus Melaluui Pendekatan Lintas Sektoral


KABUPATEN TANGERANG -meraknusantara.com,- Hari Gizi Nasional adalah sebuah momentum untuk membangkitkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya penerapan gizi seimbang guna kualitas kesehatan yang lebih baik. 

Pada peringatan Hari Gizi Nasional ke-63 Tahun ini Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Puskesmas Sukamulya bersama Pemerintah Desa Buniayu menggelar kegiatan dengan Tema, “Protein Hewani Cegah Stunting”

Dalam keterangannya Kepala Puskesmas Kecamatan Sukamulya mengatakan, Tema tersebut dilatar belakangi banyaknya kasus stunting yang terjadi pada anak akibat berbagai faktor, termasuk kurangnya asupan protein hewani," jelasnya

Hari ini dilaksanakan kegiatan Posyandu di wilayah Kampung Kemuning RT

002/04 Desa Buniayu Kecamatan Sukamulya, dimana dalam kegiatan posyandu kali ini meliputi pemberian imunisasi anak ,vitamin A, penimbangan anak, dan pemeriksaan ibu hamil," terang drg. Hj.Eko Hartati (14/02/2023)

Kegiatan ini juga dihadiri Kepala Desa Buniayu Hamdani SM, Ketua TP -PKK Desa Mumun Munisah S.Ei, jajaran UPT Puskesmas Sukamulya, para Kader Posyandu Desa Buniayu

Sementara itu Mumun Munisah S Ei selaku Ketua TP-PKK Desa Buniayu kepada Awak Media menjelaskan, bahwa Stunting adalah adalah gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan kekurangan asupan gizi, terserang infeksi, maupun Stimulasi yang tak memadai. Gangguan ini menimbulkan masalah pada pertumbuhan yang menyebabkan tinggi badan sang anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari rata - rata teman - teman seusianya," jelasnya

Masalah Stunting bisa diatasi dengan melakukan berbagai cara pencegahan, salah satunya adalah dengan memenuhi ketercukupan gizi pada usia kehamilan. Pada masa menyusui, seorang ibu pun perlu memberikan asi eksklusif sampai bayi berusia enam bulan," terang Mumun Munisah S. Ei

Kita bersama tim kesehatan Puskesmas Sukamulya melakukan Pemeriksaan rutin dari Tekanan Darah, Gula Darah, Kolesterol, Asam Urat. Dalam kesempatan ini kami juga mengajak masyarakat untuk menjalankan pola hidup bersih dan sehat dengan gerakan masyarakat (Germas) konsumsi Makanan yang Sehat Bergizi Seimbang," tuturnya

Perlu kita ketahui bahwa stunting tidak lahir dengan sendirinya, juga tidak muncul tanpa sebab. Disebutkan bahwa ada tiga faktor penyebab stunting

Pertama : Penyebab dasar seperti tingkat pendidikan, kemiskinan, dan Disparitas sosial budaya.

Kedua,: Penyebab tak langsung seperti ketahanan pangan keluarga, perawatan anak dan ibu hamil, serta fasilitas atau pelayanan kesehatan

Ketiga, penyebab langsung yaitu asupan zat gizi dan infeksi penyakit. Kemudian tanpa kita sadari bahwa sebenarnya pernikahan dini yang terjadi di masyarakat dapat juga memicu stunting," ungkapnya.

Jadi intinya Stunting menjadi cerminan bahwa seberapa buruk dan kurang optimalnya gizi yang seharusnya diberikan kepada anak. Untuk mengatasi stunting membutuhkan waktu yang relatif lama.

Sayangnya selama ini persepsi kita sekilas tentang stunting adalah masalah gizi yang menjadi urusan sektor kesehatan saja. Padahal intervensi sensitif sektor non kesehatan berperan besar dalam rangka mendukung intervensi spesifik dari sektor kesehatan," ujar Mumun.

Oleh karena itu, sebagai bahan evaluasi kita bersama bahwa penanganan stunting selama ini bersifat tambal sulam. Sudah banyak program penanggulangan stunting yang dilakukan Pemerintah, namun dampaknya belum nyata. Setiap sektor cenderung merencanakan dan melaksanakan programnya sendiri sehingga tidak ada keterkaitan. Akibatnya, Banyak program penanggulangan stunting yang tidak tepat sasaran dan seringkali hanya mengatasi gejala dan bukan akar masalah. Stunting merupakan tantangan yang harus kita hadapi bersama dalam upaya perbaikan kualitas Sumber Daya Manusia kita ke depan," paparnya

Intinys,  upaya penanggulangan stunting melalui pendekatan lintas sektor menjadi solusi sebagai sebuah langkah konkrit. Pendekatan lintas sektor ini melibatkan berbagai pihak antara lain Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah, Lembaga Sosial Kemasyarakatan dan keagamaan, Akademisi, dan Media Massa,"ujarnya.Gusta

.(Ar/Ap.) 

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama