TANGERANG - meraknusantara.com,- Keluarga Besar Abuya sulaiman menggelar acara houl Akbar ke 54, mengenang wafat Almarhum Almagfurllah Abuya Sulaiman yang bertempat di masjid Jami Al ikhlas desa Talaga sari RT 08/02, kecamatan Cikupa kabupaten Tangerang, Jumat 17/5/2025.
Haul adalah istilah dalam budaya Jawa yang merujuk pada perayaan atau ritual yang dilakukan untuk memperingati hari wafatnya seorang Kyai atau ulama. Haul biasanya diadakan setiap tahun pada hari yang sama dengan tanggal wafatnya Kyai tersebut, dan dihadiri oleh para santri, pengikut, dan masyarakat umum yang menghormati dan menghargai jasa-jasa Kyai tersebut dalam penyebaran agama dan pendidikan di masyarakat.
Acara Haul ini dilaksanakan di Komplek Masjid Jami Al Ikhlas Rt.008/002 Desa Talagasari dan Makom Abuya percis di halaman depan komplek masjid, Jumat (16/5/2025).
Acara ini diisi dengan berbagai acara seperti pengajian, doa bersama, pembacaan kitab suci, serta pembagian makanan kepada para tamu dan fakir miskin. Kegiatan haul ini adalah bentuk penghormatan dan pengenangan kepada Kyai yang telah berjasa dalam memperkenalkan dan mempertahankan budaya dan agama di masyarakat.
Sekilas Riwayat Abuya KH. Sulaiman Bin KH Asdani
Abuya KH Sulaiman.adalah tokoh ulama yang terkemuka waktu itu, beliau adalah anak dari pasangan KH Asdani dan Ibu nya yang bernama Nyi Ratu Arifah beliau dilahirkan di Desa Talaga Kecamatan Cikupa Kabupaten Tangerang. Murid-murid beliau tersebar di berbagai daerah, sebut saja.murid beliau yang cukup terkenal seperti KH Abdulah (Lebak), KH Sayuti (Serang), KH Rosid (Tangerang), KH Soleh (Tangerang), dan masih banyak lagi murid-murid Abuya Sulaiman yang berhasil mencetak ulama ulama terkemuka.
Kebiasaan Abuya KH Sulaiman.bin KH Asdani menurut riwayat murid-muridnya dan masyarakat yang kebetulan hidup.pada jaman beliau adalah tidak pernah lepas dari berwudhu.senantiasa berdzikir, dan selalu mengamalkan kitab Dalailul khoirot.
Karomah Abuya Sulaiman bin KH.Asdani
Bisa membaca masa depan, ini berdasarkan cerita dari.putranya KH Abdul wahab, pada waktu jaman penjajahan belanda, waktu itu Abuya Sulaiman bicara.kepada salah satu warga, dalam.bahasa sunda " sia.bakal ilu.perang sia ragrag di bukit tapi.sia.te paeh (Kamu bakal ikut berperang melawan belanda, kamu jatuh di atas bukit, tapi kamu tidak mati). Dan ucapan tersebut terbukti kepada warga yang bertemu dengan abuya Sulaiman
Ada lagi Karomah yang disampaikan.Almaghfurlah Abuya Uci Turtusi saat memberikan tauziyah saat Haul Abuya 2 tahun lalu bahwa waktu itu kemarau panjang dan dimana mana air sulit di dapat, namun dengan.karomah yang di miliki hanya dengan menepuk-nepuk tanah maka memancarlah air di dalam sumur yanh ada di rumah Abuya.
Dan masih banyak Karomah Abuya yang banyak ditunjukkan atas ijin Allah swt.saat jaman kolonial Belanda.
PUTRA PUTRI ABUYA KH SULAIMAN
Abuya KH Sulaeman memiliki 10 anak dari pernikahannya dengan Nyi Ratu Arifah, berikut nama.nama Anak abuya Sulaiman
1.Hj Su'aedah
2.Hj Siti Nafisah
3. KH Saefudin
4. H Samsudin
5. Hj Suriyah
6. Hj Halimah
7. Hantamah
8. KH Abdul Wahab9. KH Ardani
10. KH Romli
Abuya wafat sekitar tahun 1970 dan dimakamkan di halaman Masjid Jami Al ikhlas Desa Talagasari Rt.008/002.
Acara Haul ke 54 ini diisi.dengan tahlil, pengajian, pembacaan ayat ayat Suci Al qur 'an Oleh Ust. Imam Rifai dan Tauziyah dari Ulama terkemuka Abuya KH Tohawi Romli (Abuya Entoh).
Acara dihadiri oleh Keluarga Besar Abuya Sulaiman, Para Santri, Guru, Kyai, dan Pemerintah 2 Desa yaitu Desa Talagasari dan Pasir gadung, TNI POLRI juga melibatkan pengamanan dari Banser, Ormas dan Satgas Khusus Ponpes Istiqlaliyyah Cilongok. Turut Hadir pula Bupati Tangerang diwakili oleh Camat Cikupa.
Ilay Ghostafo

Posting Komentar