Jeneponto_SULSEL.MERAKnusantara.com, - Setiap bernyawa pasti mengalami yang namanya kematian. Seperti dialami oleh Alm. Safaruddin Daeng Siama (Karaeng Siama) (54) asal Dusun Botong Tallua Kec Bulu Jaya Kec Bangkala Barat Kab. Jeneponto Sulsel, tiba-tiba membuat seluruh rumpun keluarganya dikagetkan dengan kabar kematiannya pada Senin, 29 Desember 2025.
Kabar kematian Alm. Safaruddin Daeng Siama mendapat sejumlah tanggapan berbeda-beda dan sebagian besar tidak mempercayainya atas kepergiannya untuk selamanya.
Alm. Safaruddin Daeng Siama yang dikenal sebagai sosok Kesatria asal Kab. Jeneponto ini dikenal sangat dekat dan akrab dengan Bupati Kolaka Utara Drs. Nur Rahman. Bahkan dari dua kali pesta demokrasi Pilkada di Kab Kolaka Utara, Daeng Siama merupakan salah satu Tokoh Warga Masyarakat Makassar yang mampu mendulang suara pendukung untuk kemenangan Pilkada Bupati Kolaka Utara Untuk NUR RAHMAN berhasil menduduki Tahta Pemerintahan Kolaka Utara dua kali menjabat Bupati Kolaka Utara.
Daeng Siama adalah nama sapaan akrabnya sehari-hari, sempat mengawal Drs. H Nur Rahman sebagai pengawal pribadi hingga ke Jakarta pada periode pertama Pilkada Kab Kolaka Utara 2019.
Dalam kabar meninggalnya Alm. Safaruddin Daeng Siama, juga disebutkan salah seorang nama Tokoh Kolaka Utara yang dinilai pihak keluarga sangat berjasa dalam mengurus jenazah alm. Karaeng Siama di Perantauan ( Kab Kolaka Utara) untuk diantarkan kembali ke kampung halamannya di Kab. Jeneponto oleh H Bustam.
Menurut pihak keluarga kepada Wartawan Media Nasional Online Merak Nusantara Com ini, oleh istrinya Hasmawati Daeng Ati (53) bahwa kabar kematian suaminya benar-benar membuatnya kaget dan bahkan tidak percaya sebab sebelumnya tidak ada kabar tentang keadaan almarhum suaminya mengalami sakit.
Banyak informasi bersilewaran tentang kabar meninggalnya Karaeng Siama menimbulkan sejumlah tanda tanya. Selain berbeda-beda, juga oleh orang yang diketahui ditempati rumahnya sebagai tempat menginap selama ini, bersangkutan R yang ikut mengantar jasadnya kembali ke rumahnya, lagi-lagi menyisahkan kembali pertanyaan "?"
R yang diketahui mengaku sebagai saudara dunia akhirat, saat tiba di rumah duka, selain memilih pulang lebih awal daripada perintah Bupati Kolaka Utara, bahwa jangan kembali sebelum Almarhum selesai dikebumikan, tapi faktanya R dan ke 4 orang lainnya yang ikut mengantar jasad Almarhum Karaeng Siama justru kembali lebih awal sebelum jasad dikebumikan.
Kabar yang berhasil dikutif oleh wartawan kami di tempat duka, bahwa Almarhum dikabarkan sebelum menghembuskan nafas terakhirnya, sempat di antar ke Puskesmas Batu Putih yang sebelumnya dikatakan sedang sakit dada.
Informasi lain ada juga yang mengabarkan bahwa almarhum sebelumnya keluar dari kamar WC dan terjatuh dan tiba-tiba sakit dadanya dan minta tolong agar segera dibawah ke Rumah Sakit.
Berbeda lagi dengan informasi yang mengatakan bahwa Almarhum kekurangan darah akibat begadang dan paginya langsung mandi sehingga menyebabkan dia sempoyongan dan merasakan sakit dada dan menelpon seseorang agar diantar ke Rumah Sakit.
Semua itu diharapkan ada penjelasan dari pihak R sebagai pemilik rumah yang ditempati selama ini menginap dan juga menganggap dirinya sebagai saudara dunia akhirat, tapi faktanya R tidak menemui Istri dan Anak Kandung atau Keluarga Terdekat untuk menjelaskan kronologis penyebab meninggalnya Karaeng Siama melainkan memilih pulang lebih awal seakan menghindari sesuatu hal untuk dipertanyakan kepada dirinya.
Sementara oleh anak menantu Karaeng Siama yang ikut menjemput mayat almarhum di pelabuhan Siwa Kab Wajo, dalam perjalanannya dua kali mempertanyakan terkait tentang barang berharga milik almarhum kepada R.
Alfian Daeng Empo kepada Wartawan media ini mengatakan bahwa saat dirinya berada di Pertamina Bojo Kab Baru, R kembali ditanya mengenai sejumlah barang berharga jenis mustika milk almarhum. Termasuk Tas dan Badik ( Sajam ) milik almarhum. Oleh R yang sama-sama di mobil ambulance, mengatakan kepada Alfian bahwa tidak bisa diserahkan itu tas karena ada STNK Mobil di dalam, jawabnya sembari mengatakan nanti ada pemeriksaan di jalan.
Alfian tetap ngotot dan meminta agar tas itu sebaiknya diserahkan kepada dirinya. Menurut Alfian alias Daeng Empo, bahwa dalam hati saya waktu itu, saya ingin mengetahui kepastiannya bahwa apakah semua barang-barang berharga jenis mustika milik ayah mertuanya masih ada atau tidak, ungkapnya sembari bertanya.
Akhirnya, tas milik ayah mertuanya diserahkan waktu itu, oleh R turun dari mobil ambulance menuju mobil Avanza Warna Coklat DD 1308 BJ milik Alm. Karaeng Siama untuk mengambil tas dimaksud.
Setelah tas berada ditangan Alfian, dirinya langsung memeriksa isinya dan mencari sejumlah barang berharga jenis mustika yang nilainya mencapai Milyaran Rupiah itu, ternyata barang dimaksud tidak ditemukan kecuali 2 (dua) buah cincin, dompet berisi uang Rp 210 ribu dan STNK Mobil.
Anehnya, saat tiba rumah kediaman almarhum Karaeng Siama, salah seorang Keponakannya Karaeng Siama oleh Baba Daeng Naba mempertanyakan sejumlah barang berharga milik omnya kepada R. Dalam hal ini R sempat mengatakan bahwa barang dimaksud sudah diserahkan kepada Alfian Daeng Empo saat di Pelabuhan Siwa, ucap R kepada Daeng Naba.
Merasa tidak puas, Daeng Naba memanggil adek iparnya Alfian Daeng Empo untuk mengklirkan kepastian barang berharga dimaksud.
Ternyata, saat dipertemukan, Alfian menolak pernyataan R bahwa itu tidak benar karena waktu itu, tidak ada orang yang turun dari mobil ambulance maupun mobil Avanza.
Karena oleh Daeng Naba mendesak kepastian keberadaan benda mustika yang sangat berharga itu, tiba-tiba salah seorang yang ditemani oleh R dari Kolaka Utara, mengakui bahwa saya hanya dapat ini yang mengaku diambil dari kantong celananya almarhum, yaitu Mustika Manusia (?)
Dengan munculnya salah satu mustika milik berharga itulah, menjadi penyebab munculnya sejumlah persepsi negatif bahwa ada dengan Almarhum Safaruddin Daeng Siama sampai barang berharga mustika miliknya bisa terpisah dari tempatnya dan dari sejumlah lebih dari sepuluh mustika lainnya ?.
(Laporan Wartawan Biro Sulsel M Nasrum Naba)


Posting Komentar