Tolak Ketimpangan Data dan Realisasi, Kepala Kampung Kanaan: Dana Desa Harus Terbukti di Lapangan


BIAK Papua,MerakNusantara.com – Kepala Kampung Kanaan, Distrik Biak Barat, Yehezkiel Yembise, mengambil langkah tegas dalam memimpin periode 2026-2034. Ia menegaskan komitmen mutlak untuk menghapus praktik yang tidak transparan dan memastikan setiap anggaran yang masuk memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Serta Membangun Kampung dengan RPJMK Kanaan Distrik Biak Barat ( Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kampung Kanaan Yang Berbasis Potensi Kampung Kanaan serta Membangun Mitra Dengan Koperasi Desa Merah putih kampung Kanaan dalam Unit Simpan Pinjam, Gerai Sembako, Ketahanan pangan untuk memudahkan Masyarakat untuk mendapatkan Bahan Baku Sembako Serta Memberikan Akses Muda dalam Pelayanan Masyarakat Kampung Kanaan 

Dalam keterangannya usai ibadah pengutusan 

Thema :Tuhan Mengutus  Daud menyelamatkan kota Kehila dari serangan Filistin ( 1 Samuel 23:1-5) yang dipimpin Pdt. Mince O.S. Sombuk, M.Th., Hari Sabtu,17/04/2026

Yehezkiel menekankan bahwa masa jabatan ini akan menjadi era pembuktian, bukan sekadar administrasi.

Fisik Pembangunan Jadi Syarat Mutlak

Yehezkiel menyoroti masalah klasik yang sering terjadi, yaitu adanya kesenjangan antara laporan di atas kertas dengan kondisi riil di masyarakat. Ia mendukung penuh kebijakan ketat Pemerintah Kabupaten Biak Numfor dalam pengawasan anggaran.

"Kami tidak mau lagi melihat ketimpangan antara administrasi dan kenyataan. Mekanisme pencairan Dana Kampung harus diawasi ketat. Tahap pertama baru bisa dicairkan jika fisik pembangunan benar-benar terlihat dan sesuai rencana. Kalau tidak ada bukti nyata di lapangan, jangan harap proses berlanjut," tegas Yehezkiel dengan tegas.

Adat dan Gereja Jadi Mitra Pengawas

Menjawab aspirasi Dewan Adat Kakarabiar dan arahan Bupati, Kepala Kampung Kanaan ini menegaskan bahwa pemerintah kampung tidak bisa bekerja sendiri. Keterlibatan tokoh adat, gereja, pemuda, dan perempuan bukan hanya seremonial, melainkan sebagai mitra strategis dalam pengawasan dan pembangunan.

"Pemerintah kampung harus berjalan beriringan dengan adat dan gereja. Kami mengajak semua elemen duduk bersama, bukan sekadar menjadi penonton, tapi menjadi mitra kontrol. Hanya dengan cara ini kita bisa mewujudkan Biak Numfor yang jujur, bersih, dan akuntabel," tambahnya.

Berpegang pada Pakta Integritas

Sebagai pejabat yang baru dilantik, Yehezkiel mengingatkan seluruh jajaran dan dirinya sendiri tentang sumpah janji dan pakta integritas yang telah diucapkan. Hal ini menjadi landasan moral untuk bekerja keras tanpa kompromi demi kesejahteraan warga Kampung Kanaan dan Distrik Biak Barat pada umumnya.


(Henrry Morin )

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama