“Qurban Sebagai Kelas Kehidupan”: Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa Wujudkan Syukur, Kepedulian, dan Kemandirian Santri


Merak Nusantara.com  Rajeg Tangerang, + Di tengah derasnya arus zaman digital, Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa meyakini satu hal: teknologi tanpa nilai akan kosong, dan hafalan tanpa amal akan hampa. Keyakinan itulah yang kembali dihidupkan melalui pelaksanaan ibadah qurban 1447 Hijriah tahun ini.

Setiap  tahun Pondok Pesantren yang beralamat Perumahan Rajeg Asri RT 009 RW 001 Ds Rajeg Kecamatan Rajeg Kab Tangerang ini melaksanakan penyembelihan, tahun ini As-Shofa kembali menebar manfaat. Sebanyak 6 ekor sapi dan di salurkan sebanyak 1600 bungkus,  disembelih secara syar’i, higienis, dan akuntabel. Bukan sekadar angka, setiap ekor adalah simbol ketaatan, setiap kilogram daging adalah titipan amanah untuk sesama.

*Makna di Balik Golok dan Pisau*

Bagi As-Shofa, qurban bukan hanya tentang menyembelih hewan. Ini adalah “kelas kehidupan” terbuka bagi para santri technopreneur.

1. *Kelas Tauhid & Tahfidz*: Qurban mengajarkan kepasrahan total kepada Allah, sebagaimana Nabi Ibrahim AS. Nilai inilah yang terus dihafal dan diamalkan santri setiap hari lewat muraja’ah Al-Qur’an.

2. *Kelas Entrepreneurship*: Santri dilibatkan dalam manajemen qurban: pendataan mustahik berbasis aplikasi sederhana, perhitungan logistik, sampai strategi distribusi agar tepat sasaran dan minim mubazir. Golok di tangan jagal, laptop di tangan santri.

3. *Kelas Kepedulian*: Daging qurban tidak berhenti di gerbang pesantren. Ia mengalir ke rumah-rumah warga dhuafa, panti asuhan, dan mitra UMKM binaan As-Shofa. Karena pesantren yang baik adalah pesantren yang dirasakan manfaatnya oleh tetangga.

“Jika santri hanya pintar ngaji tapi cuek pada sosial, maka ilmunya belum sempurna. Jika santri jago coding tapi kikir berbagi, maka teknologinya belum berkah. Qurban ini kami jadikan laboratorium akhlak,” tutur KH Nur Rohman S,S MH Pengasuh Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa.

*Distribusi Berbasis Data & Keberkahan*

Sesuai konsep technopreneur, proses distribusi tahun ini didukung sistem pendataan digital. Tim santri memetakan titik rawan stunting, keluarga prasejahtera, dan mustahik prioritas. Target kami: kepala keluarga penerima manfaat, dengan harapan 1 qurban bisa mengenyangkan lebih dari 1 meja makan.

Kami juga mengajak para alumni, wali santri, dan donatur untuk tidak sekadar berqurban, tapi “menitipkan pahala”. Karena hakikatnya, qurban yang sampai ke Allah bukan darah dan dagingnya, melainkan ketakwaan kita. QS. Al-Hajj: 37.

*Tentang Pondok Pesantren Technopreneur As-Shofa*  

As-Shofa adalah lembaga pendidikan Islam yang berani berbeda. Kami mencetak generasi penghafal Al-Qur’an yang juga melek teknologi dan bermental wirausaha.


(Oppung)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama

Iklan

Iklan Hari Pendidikan Nasional