JAKARTA,meraknusantara.com, -Kinerja keuangan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN jadi sorotan publik. Ketua Umum Perempuan Tangguh Nusantara (PTN) Dra.Kasihhati , mencatat hutang PLN terus membengkak di tengah penurunan laba bersih perusahaan milik negara tersebut.
“Total utang PLN pada tahun 2024 mencapai Rp711,2 triliun, naik signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp655 triliun,berarti dalam kurun waktu satu tahun, utang perusahaan bertambah Rp56,2 triliun, atau setara dengan sekitar Rp4,7 triliun per bulan dan Rp156,7 miliar per hari.” kata Dra.Kasihhati pada Kamis,(Jumat 27 Maret 2026) saat diwawancara awak media di bilangan Jakarta.
“Ini sulit diterima akal waras,PLN adalah perusahaan dengan hak monopoli dalam penyediaan listrik nasional, tetapi malah mengalami penurunan laba dan pembengkakan hutang secara drastis,” tegas Kasihhati.
Kasihhati memaparkan bahwa laba PLN menurun dari Rp22 triliun pada 2023 menjadi Rp17,7 triliun pada 2024, atau turun sekitar Rp4,3 triliun. Kondisi ini disebut menandakan lemahnya efisiensi dan tata kelola perusahaan.
Sedangkan di 2026 Berdasarkan analisis administratif yang dilakukan, disebut terdapat indikasi awal ketidaksesuaian pencatatan dalam laporan keuangan dengan nilai sekitar Rp20,9 triliun. Temuan tersebut ditegaskan masih bersifat indikatif dan memerlukan audit investigatif serta verifikasi lanjutan oleh otoritas yang memiliki kewenangan.
Menanggapi temuan hasil investigasi tersebut, Kasihhati mendesak pemerintahan Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto untuk segera melakukan evaluasi dan memberikan sanksi tegas kepada Direktur Utama PLN..!
Jika PLN tidak dapat antisipasi dan Menyebabkan kerugian terhadap Masyarakat jangan Masyarakat yang disalahkan.
Karena Masyarakat taat bayar Listrik.
Dan menurut Kasihhati statement Mentri ESDM yang sama sekali tidak memihak kepada Masyarakat bisa menyebabkan kekecewaan dan sakit Hati Masyarakat, Mentri ESDM layak untuk dicopot karena tidak punya kualitas sebagai Mentri.
Kasihhati : “Sudah waktunya pemerintah Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto turun tangan. Jangan biarkan rakyat menanggung beban manajemen yang gagal mengelola perusahaan negara,” geramnya.
“Presiden Jenderal TNI (Purn) Prabowo Subianto harus memberi sangsi tegas kepada Menteri BUMN dan Mentri ESDM yang dinilai tidak becus dalam memimpin Kementrian terkait carut marutnya perusahaan milik negara yang memiliki hak monopoli dalam penyediaan listrik nasional!” pungkas Srikandi nomor satu di Perempuan Tangguh Nusantara .
Hingga berita ini ditayangkan, pihak PLN maupun Kementerian BUMN dan ESDM belum memberikan konfirmasi resmi
Atas desakan Ganti Dirut PLN Darmawan Prasojo terkait laporan keuangan yang disoroti oleh Perempuan Tangguh Nusantara .
(Tim)

Posting Komentar