PPL Tiromanda Kunjungi Sekretariat MEDIA RAKYAT NUSANTARA SULSEL Klarifikasi Pemberitaan Jatah Pupuk Subsidi


PALOPO_SULSEL.MERAKnusantara.com, - Viral pemberitaan tentang pupuk subsidi bagi warga petani sawah Desa Tiromanda Kec.Bua Kab. Bua Sulsel, PPL yang baru bertugas 1 bulan lebih datangi Sekretariat MEDIA RAKYAT NUSANTARA (MERAK _ NUSANTATA) di Sampoddo Jl. Opu To Halide Kel. Sampoddo Kec. Wara Selatan Kota Palopo pada Rabu, 8 April 2026.

Kehadiran PPL Desa Tiromanda Hajja Sittiara, SP mengklarifikasi pemberitaan pada Media Nasional Online Merak Nusantara Com yang menyikapi keluhan masyarakat petani sawah tentang jatah pupuk subsidi seperti disampaikan oleh Hasbi (65) dan Tamin Tamandi ( 55 ) kepada Wartawan Media Rakyat Nusantara pada Senin, 6 April 2026.


Pemberitaan yang memuat PPL tidak "muncul batang hidungnya" yang diganti perempuan,  terkesan dinilai krusial dan mendapat pertanyaan dari pimpinannya, kenapa bisa ada pemberitaan seperti itu ? Ungkap Hj. Sittiara dan mohon diklarifikasi.

Awalnya ada keinginan dan minta agar berita dimaksud dapat dihapus dan tidak lagi terbaca oleh publik di media sosial "Facebook-red" atau sekalian dihapus sekalian pada link website pemberitaan pada Media Nasional Online Merak Nusantara Com, ungkapnya berharap sangat. 

Menyikapi keinginan itu, M Nasrum Naba selaku Kepala Biro Wartawan Media Rakyat Nusantara Com Sulsel dengan tegas menjawab "Tidak Pernah Kami Melakukan Hal Seperti Itu" apapun konsekwensinya. Kalau ada yang salah silahkan di hak jawab dan itu kewajiban kami untuk mempublis kepada publik. 

Apalagi pemberitaan ini merupakan hal konkrit sesuai dengan realitas yang terjadi dilapangan sebagaimana dirasakan warga petani sawah bahwa jatah pupuk subsidi sangat kurang dan sepertinya hanya untuk satu kali musim tanam dengan jatah pembagian pupuk untuk luas lahan 1 ha hanya 12 zak saja. Yakni 6 zak urea dan zak Pupuk NPK, ungkap Hasbi. 

Sementara menurut Hj. Sittiara selaku PPL bahwa jatah pupuk subsidi untuk petani sawah sesuai ketentuan LBS (Luas Baku Sawah) sebenarnya adalah 250 Kg Urea dan 300 Kg NPK per setiap hektarnya. 

Dan untuk jatah tahun ini bagi Petani sawah Desa Tiromanda memang berkurang berdasarkan data dari LBS langsung dari Pemerintah Pusat. Hal itu disebabkan karena laporan data LBS yang tercatat untuk Desa Tiro Manda hanya sekitar 100 ha lebih dari jumlah LBS yang ada sebanyak 242,75 ha. 

Adapun mengenai keterangan petani bahwa PPL tidak terlihat barang hidungnya, Hj Sittiara, SP menegaskan bahwa selain dirinya baru di tugaskan satu bulan lebih, yakni Februari 2026, saya juga sudah menyampaikan rencana pelaksanaan pertemuan ( tudang si pulung ) bersama sejumlah kelompok Tani dan anggotanya namun oleh sejumlah kelompok Tani mengatakan, anggota para petani masih sibuk mengolah lahan di sawah, Ungkapnya menirukan Kelompok Tani. 

Saling memahami, Hajja Sittiara dan Kepala Biro Wartawan Media Nasional Online Merak Nusantara Com sama-sama mengucapkan kata maaf dan siap bersinergi kedepannya dalam mengawal program pemerintah dibidang pemenuhan penyuluhan pertanian dan pemenuhan jatah kebutuhan pupuk subsidi bagi petani kedepannya sekaligus akan memperbaiki data LBS Desa Tiromanda yang memang fakta datanya berbeda yang sebenarnya sebanyak 242,75 ha lahan sawah sementara jatah pupuk untuk tahun 2026 ini hanya 100-an ha lebih yang terdaftar pada LBS langsung dari Pusat.

Menyoal usul petani sawah yang diwakili oleh Hasbi, bahwa kebutuhan petani untuk pupuk tanaman dalam 1 ha lahan sawah sejatinya 18 zak per musim tanam sementara yang ditanggung pemerintah hanya 11 zak ( bukan 12 zak ). Artinya untuk mewujudkan swasembada pangan nasional secara optimal, maka pemberian pupuk tanaman harus dilakukan secara optimal dan lengkap hingga tiga kali pemupukan, pinta Hasbi ! 

Intinya bahwa melalui klarifikasi ini Hj Sittiara , SP mengakui bahwa dirinya selalu menemui kelompok tani dan hampir setiap hari ataubpaling tidak berkomunikasi via Phone. 

Eks PPL Desa Bukit Harapan mengakui kaget atas pemberitaan ini dan karenanya harus mengklarifikasi langsung kepada Wartawan bersangkutan untuk menjelaskan seperti apa fakta dan realitasnya, sekaligus hal ini bersifat silaturahmi. 

(Laporan Wartawan Biro Sulsel M Nasrum Naba)

Baca Juga

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama