Luwu- meraknusantara.com, - Praktik dugaan pelangsiran BBM subsidi kembali menjadi sorotan warga di SPBU Lopi 74.929.04, Desa Panca Karsa, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan.
Warga menilai pihak SPBU lebih mengutamakan kendaraan pelangsir dibanding masyarakat umum yang hendak mengisi BBM bersubsidi jenis Pertalite maupun Solar.
Berdasarkan keterangan yang diterima media, Kamis (07/05/2026), sebuah mobil minibus jenis Toyota Avanza warna hitam diduga menggunakan tangki modifikasi untuk mengangkut BBM subsidi dalam jumlah besar secara berulang-ulang.
Seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengaku curiga setelah melihat kendaraan tersebut bolak-balik melakukan pengisian BBM di SPBU Lopi dalam waktu singkat, dan besar kemungkinan diduga keras dibackup mafia BBM melalui pelangsir dan berkelompok dengan jumlah kendaraan yang lebih 1-2 mobil saja bahkan lebih yang telah dikenali oleh para operator di SPBU lopi. *Ungkapnya*
Hal ini Awalnya saya mau isi bensin, saya lihat mobil Avanza hitam sedang mengisi BBM. Setelah selesai dia keluar, tapi tidak lama kemudian masuk lagi isi ulang. Saya curiga karena beberapa kendaraan yang sama bolak-balik terus,” ungkapnya.
Kecurigaan warga semakin kuat setelah kendaraan tersebut disebut tidak menggunakan pelat nomor dan diduga telah dimodifikasi untuk menampung BBM lebih banyak dari kapasitas normal kendaraan dan berharap APH jangan tutup mata dan segera menindak tegas
“Saya coba dekati dan lihat ke dalam mobil, ternyata tangkinya sudah dirakit. Diduga memang dipakai melangsir BBM subsidi untuk dijual kembali,” lanjutnya.
Warga lainnya juga menyebut kendaraan tersebut diduga berasal dari wilayah Kalaena Kiri dan sudah sering terlihat melakukan aktivitas serupa di SPBU tersebut dan memastikan kerjasama pengawas dan operator patut dipertanyakan dan berharap APH segera menindak tegas pengawas dan operator di SPBU lopi mangkutana ini. *Ungkapnya*
“Kalau tidak salah itu mobil dari Unit 2 Kalaena Kiri. Memang sering melangsir BBM. Pantas saja BBM cepat habis, karena diduga pelangsir lebih diutamakan,” katanya.
Fenomena kendaraan bertangki modifikasi yang bebas mengisi BBM subsidi di SPBU Lopi memicu keresahan masyarakat adanya mafia BBM beroperasi sudah lama diwilayah ini sehingga warga menilai praktik tersebut menjadi salah satu penyebab kelangkaan BBM subsidi yang kerap terjadi di wilayah Mangkutana dan sekitarnya.
Masyarakat pun mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) serta pihak terkait untuk segera turun tangan melakukan pemeriksaan terhadap aktivitas distribusi BBM subsidi di SPBU Lopi.
Warga berharap ada tindakan tegas terhadap oknum pelangsir maupun oknum SPBU yang diduga memberi ruang terhadap praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi demi keuntungan pribadi.
(Laporan Tim )


Posting Komentar