LUWU TIMUR - pekerja Mega proyek pasar tomoni kembali disorot pengerjaan proyek pembangunan Pasar Sentral Tomoni. Berdasarkan hasil investigasi lapangan yang dilakukan pada malam hari, ditemukan kegiatan konstruksi yang masih terus berjalan meski mengabaikan standar keselamatan kerja (safety).
Dalam pantauan di lokasi, terlihat pekerja berada di ketinggian untuk melakukan proses pemlesteran dinding bangunan hanya mengandalkan helm dan rompi keselamatan, tanpa dilengkapi tali pengaman (full body harness / lifeline). disayangkan minimnya penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada proyek yang menyedot anggaran negara hingga puluhan miliar rupiah tersebut.
Warga Sangat menyayangkan jika kontraktor atau pengawas memberlakukan kerja malam dengan mengabaikan keselamatan. Saya melihat ada dua orang pekerja berada di atas ketinggian yang lumayan tinggi sedang melakukan plester dinding bangunan pasar, *ungkapnya*
Ia menambahkan, kondisi pengerjaan di ketinggian pada malam hari sangat berisiko tinggi memicu kecelakaan kerja yang fatal jika tidak dilengkapi alat pelindung diri yang memadai.
Tanpa APD alat pelindung diri Body harnes dan Ring Sefty ini sangat membahayakan bagi para pekerja, apalagi kondisinya tinggi dan dilakukan malam hari. Lemahnya pengawasan dari Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Koperindag Luwu Timur, apakah pengerjaan malam ini sudah sesuai petunjuk teknis (Juknis) Pekerjaan memplaster dinding apalagi dikerjakan malam hari, dinilai tidak akan mendapat kwalitas yang baik (tidak rata)" lanjutnya.
Atas temuan tersebut, mendesak instansi teknis terkait untuk segera mengambil langkah tegas dan menindak penyedia jasa maupun pengawas proyek di lapangan.
Dihimbau kedinas Koperindag dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Luwu Timur segera melakukan pemanggilan kepada pihak kontraktor terkait kegiatan kerja malam yang menyalahi prosedur
(Red)


