Header Ads

Ratusan Wartawan Bangka Belitung Orasi Di Depan Gerbang Kantor Kejati, Aksi Damai Meminta Keadilan Sesuai UU Pers 1999


Bangka Belitung, Meraknusantara.com  -   Dalam rangka menindaklanjuti adanya tindakan intimidasi terhadap wartawan saat melakukan peliputan peresmian masjid yang baru dibangun dan langsung diresmikan oleh kajagung pusat, intimidasi yang dilakukan oleh oknum pegawai kejati terhadap wartawan Bangka Pos Anthoni Ramli  menjadi buming dan semakin memanas, Jumat ( 29/07/2022 ).

Hari ni siang tertanggal 29 -07-2022 ada tiga aliensi wartawan tergabung dalam oeasintersebut , yakni IJTI, PWI dan AJI menggelar orasi didepan halaman kantor Kejati kepulauan Bangka Belitung meminta kejati untuk turun dan berbicara didepan awak media.

Dengan adanya kejadian intimidasi oleh oknum pegawai Kejati ini sehingga hal ini menuai  amarah dan emosi para awak media.

Para awak media meminta kepada Kajari untuk segera turun dan meminta maaf dihadapan awak - awak media, agar hal ini kedapannya nanti tidak terjadi lagi di kejati maupun pada yang lainnya.

Rudi Sahwani selaku koordinator Lapangan dalam kegiatan aksi tersebut mengatakan, " Kenapa hanya dalam rangka peresmian masjid saja bisa menjadi masalah, sebenarnya ada apa dengan masjid ini? Inikan rumah ibadah kenapa peresmiannya ditutup - tutupi, kan aneh?  Harusnya kan semua awak media diundang dalam acara ini apalagi yang meresmikan langsung adalah Kajagung RI ST. Burhanuddin,  sebenarnya hal ini adalah momen yang sangat bagus untuk di publikasikan agar masyarakat Bangka Belitung menjadi tau dengan perkembangnnya, " Pungkasnya.

Dalam orasi ini juga ketua Persatuan Wartawan Indonesia ( PWI)  M. Faturakhman mengatakan, " Tindakan yang dilakukan oleh oknum pegawai kejati Bangka Belitung Bakti dan Asintel Jhonny W. Pardede tersebut telah menciderai demokrasi dan kemerdekaan terhadap insan pers, " Tambahnya.

Dimulai daei pukul 14.00 WIB sampai dengan selesainya orasi, Kajati Babel juga tidak kunjung tiba dihadapan para awak media, sempat dilakukan telepon via whatshaap melalui hanspone salah atue awak media, saat dikomfirmasi ternyata  handpone Kajati berdering, namun kajati tidak angkat telepon tersebut.

Sebelumnya kapenkum kejati mengatakan handpone kajati tidak bisa dihubungi, hal ini jelas berbohong, ternyata nomornya aktif saat dihubungi, awak media sebenarnya hanya melkukan pengecekan saja pada saat dihubungi.

Pada akhirnya ketua PWI, AJI dan IJTI melakukan diskusi sehingga aksi orasi di stop umtuk hari ini, namu dari itu ketua PWI Babel akan melakukan tindakan pengiriman surat kepada organisasi pers yang ada di Pusat untuk sama - sama melakukan aksi demo di kejagung pusat.

Aksi ini tidak hanya sampai disini namun akan berlanjut sampai ada niat baik dari kajati untuk menghubungi atau akan melakukan pertemuan secara terbuka untuk meminta permohonan maaf.  ( Isk ).

Diberdayakan oleh Blogger.