Header Ads

Irjen Teddy Minahasa Tersangka, Indonesia Police Monitoring : “Bukti Kapolri Dan Div Propam Terus Benahi Polri”


Jakarta- meraknusantara.com,- Setelah Penyidik melakukan pemeriksaan terhadap Kapolda Jawa Timur Irjen Teddy Minahasa dan menetapkannya sebagai Tersangka terkait penjualan barang bukti sabu seberat 5 kg, akhirnya ditetapkan ditempatkan di tempat khusus atau ditahan oleh penyidik. Peristiwa penangkapan Irjen Teddy Minahasa yang terlibat dalam peredaran narkoba ini sangat memalukan bagi institusi Polri yang seharusnya bekerja memberantas narkoba. Sangat disayangkan malah ada seorang Jendral bintang 2 yang justru terlibat dalam peredaran narkoba.  Para tersangka akan terancam dengan ancaman hukuman mati.

Direktur Eksekurif Indonesia Police Monitoring Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa penangkapan ini adalah bukti masih ada anggota Polri yang nakal. Maka Kapolri dan Kadiv Propam harus diberi apresiasi dan dukungan atas keberanian dalam pembenahan internal ini. “Saya melihat penangkapan ini adalah sebuah keberanian dan upaya keras untuk terus memperbaiki dan membenahi internal Polri. Tak perduli mau apa pun pangkatnya harus ditindak jika memang mencoreng atau melanggar disiplin sebagai Polisi.” Ucap Ferdinand Hutahaean

Selama beberapa bulan terakhir memang institusi Polri terus diguncang masalah yang mencoreng nama baik institusi Polri. Baik oleh ulah anggota dilapangan maupun oleh perwira tinggi dan peristiwa paling parah adalah kasus Ferdi Sambo. Kepercayaan publik sangat jatuh terhadap Polri atas kasus Ferdi Sambo. Dan sekarang ditambah oleh kasus Irjen Teddy Minahasa pasti akan membuat publik semakin tak percaya terhadap Polri. Terkait ini Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa kasus yang mencoreng institusi tentu akan menjatuhkan kepercayaan publik. “Tentu kepercayaan publik akan turun ketika ada masalah terlebih oleh seorang Jendral. Namun kepercayaan publik akan cepat pulih bila penanganan kasus yang terjadi sesuai dengan harapan masyarakat.” Ucap Ferdinand

“Maka kita berharap dan terus mendorong agar kasus ini ditangani secara profesional dan terbuka. Karena keterbukaan akan membuat publik percaya kepada Polri. Ini tugas berat untuk Kapolri Jend Listyo Sigit dan Kadiv Propam Irjen Syahardiantono. Ayo Kita dukung..!” Ujar Ferdinand Hutahaean yang juga aktif di media sosial dan sebagai politisi nasional.

(red) 

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.