Sul-sel- meraknusantara.com, - Pergantian jabatan Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, pejabat yang baru sekitar dua bulan menjabat itu dinilai cukup aktif melakukan penindakan terhadap dugaan mafia BBM solar subsidi dan tambang ilegal di Sulawesi Selatan.
Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/960/V/KEP./2026 tanggal 7 Mei 2026 yang mengatur rotasi sejumlah pejabat di lingkungan Polda Sulsel, mulai dari Wakapolda, Dirkrimsus hingga Dirkrimum.
Namun di tengah kebijakan rotasi itu, publik justru menyoroti pergantian jabatan Dirreskrimsus yang dianggap terlalu cepat. Selama menjabat, Andri Ananta Yudhistira disebut aktif melakukan penindakan terhadap dugaan penyalahgunaan BBM subsidi serta aktivitas tambang ilegal di sejumlah wilayah.
Beberapa mobil tangki pengangkut BBM diduga ilegal bahkan sempat diamankan sebagai barang bukti. Tak hanya itu, aktivitas tambang galian C tanpa izin juga turut menjadi sasaran operasi aparat Ditreskrimsus Polda Sulsel.
Ketua PUKAT Sulsel, Farid Mamma, menilai wajar jika masyarakat kemudian bertanya-tanya atas mutasi tersebut.
Baru dua bulan menjabat tetapi sudah banyak melakukan penindakan terhadap mafia BBM solar subsidi dan tambang ilegal. Maka muncul pertanyaan publik, kenapa cepat dimutasi? Ada apa?” ujar Farid.
Menurutnya, ketegasan aparat dalam memberantas praktik ilegal selama ini memberi efek takut terhadap pihak-pihak yang diduga bermain dalam distribusi BBM subsidi maupun aktivitas tambang tanpa izin.
Ketika penindakan berjalan masif, masyarakat tentu berharap itu dilanjutkan. Jangan sampai setelah pergantian pejabat, mafia kembali merasa aman,” katanya.
Farid juga menegaskan bahwa publik membutuhkan kepastian bahwa penegakan hukum terhadap praktik-praktik yang merugikan negara dan masyarakat tetap berjalan tanpa kompromi.
Meski demikian Berdasarkan mutasi Polri Mei 2026, Kombes Pol Dr. Andri Ananta Yudhistira, S.I.K., M.H., dimutasi dari jabatannya sebagai Dirreskrimsus Polda Sulsel. Beliau mendapat promosi jabatan baru sebagai Wadirtipideksus., mutasi di tubuh Polri merupakan bagian dari kebutuhan organisasi dan pembinaan karier. Hingga kini belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan rotasi jabatan tersebut dengan penanganan kasus tertentu. Karena itu, seluruh pihak diharapkan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah serta menunggu langkah kepemimpinan baru di Ditreskrimsus Polda Sulsel.
(LAPORAN TIM)

Posting Komentar