LUWU-SULSEL.MERAKnusantara.com, -Proses pemberitaan terkait pemulangan jenazah almarhumah Khaerun Nisa dari RSUD Batara Guru Belopa pada Senin 8 Juni 2026 berbuntut panjang.
Seorang wartawan dari media online Merak Nusantara Com mengaku menerima ancaman dan kata-kata tidak etis melalui aplikasi Messenger dari Ashar Daus alias Aco, yang disebut sebagai sopir ambulance RSUD Batara Guru Belopa.
Pihak keluarga korban dan sopir ambulance memberikan keterangan berbeda terkait insiden tersebut.
*1. PENGADUAN WARTAWAN: ADA ANCAMAN VIA MESSENGER*
Daeng Naba, wartawan Merak Nusantara Com, menyampaikan bahwa dirinya menerima pesan dari akun yang mengaku bernama Ashar Daus alias Aco, sopir ambulance RSUD Batara Guru Belopa. Dalam tangkapan layar percakapan yang ditunjukkan kepada redaksi, pengirim pesan disebut melontarkan kata "Telaso" dan kalimat bernada menantang untuk bertemu di wilayah Lebani, dekat RSUD Batara Guru Belopa.
Daeng Naba juga menyebut, dalam percakapan tersebut pengirim mengaku pernah beberapa kali menjalani hukuman di Lapas Palopo dan menantang wartawan untuk "menanyakannya ke Lapas". Puncak percakapan berupa kalimat yang oleh wartawan dinilai sebagai ancaman fisik: _"kau kalau berani datangko di Lebani sini kalau jantangko. Potong komtolmu kalau tidak datang karena kau tidak gentelman"_.
Wartawan tersebut menegaskan, keberatan pengirim pesan ditujukan kepada dirinya selaku penulis berita, bukan kepada narasumber. Ia juga menyatakan sudah menawarkan hak jawab dan mengirimkan nomor narasumber, namun ditolak dan diminta bertemu langsung.
*2. KETERANGAN SOPIR AMBULANCE: BANTAH ANCAMAN & "BOGEM MENTAH"*
Saat dikonfirmasi terpisah, Ashar Daus alias Aco membantah narasi dalam pemberitaan sebelumnya. Ia menyatakan mobil ambulance yang membawa jenazah almarhumah Khaerun Nisa hanya berputar balik karena diminta keluarga almarhumah.
"Soal mobil ambulance RSUD Batara Guru yang antara jenazah almarhumah Khaerun Nisa pada Senin 8 Juni 2026, itu cuma mau putar balik karena disuruh sama keluarga almarhumah. Itu juga tidak benar kalau sopir mau diberi bogem mentah atau mau dipukul. Tidak ada itu, ini cuma asumsi," ujar Aco melalui sambungan telepon Messenger.
Aco juga meminta agar namanya dikonfirmasi ke Direktur RSUD Batara Guru Belopa. Terkait ajakan bertemu di Lebani, ia tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.
*3. KETERANGAN KELUARGA KORBAN*
Sementara itu, pihak keluarga almarhumah Khaerun Nisa melalui Arman, http://S.Pd.i, membenarkan bahwa mobil ambulance pembawa jenazah adiknya sempat dalam kondisi hampir terjun ke got atau jurang saat diminta putar balik oleh keluarga di tengah jalan.
Akhmar, sepupu kandung almarhumah, melalui komentar di media sosial Facebook menyatakan siap dikonfirmasi terkait peristiwa yang menimpa almarhumah pasca operasi Caesar dan kista.
*4. HAK JAWAB & KONFIRMASI PIHAK RSUD*
Hingga berita ini dipublikasikan, redaksi belum menerima keterangan resmi dari Direktur RSUD Batara Guru Belopa terkait dua hal: 1) Kronologi pemulangan jenazah almarhumah Khaerun Nisa, dan 2) Sikap serta status Ashar Daus alias Aco sebagai petugas/sopir ambulance RSUD, termasuk terkait percakapan yang beredar.
Redaksi telah berupaya menghubungi pihak Humas/Dirut RSUD untuk konfirmasi dan pemberian hak jawab sesuai UU Pers No. 40 Tahun 1999 Pasal 5 ayat 3. Ruang untuk klarifikasi resmi dari RSUD Batara Guru Belopa tetap terbuka seluas-luasnya.
*CATATAN REDAKSI & KAIDAH JURNALISTIK*:
1. *Asas Praduga Tak Bersalah*: Status Ashar Daus alias Aco sebagai ASN/pegawai RSUD dan kebenaran riwayat Lapas Palopo yang disebutnya, masih dalam tahap konfirmasi ke pihak berwenang.
2. *Ancaman terhadap Pers*: Ajakan bertemu dengan nada menantang dan kata-kata kasar kepada wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik berpotensi melanggar UU Pers Pasal 18 ayat 1 tentang "menghalangi kerja jurnalistik".
3. *Verifikasi Berlanjut*: Redaksi akan terus melakukan verifikasi ke pihak RSUD Batara Guru Belopa, Polres Luwu, dan pihak keluarga untuk mendapatkan gambaran utuh dan berimbang.
*Penulis: Daeng Naba*

Posting Komentar