Merak Nusantara.com LEBAK – Momentum berharga tercipta di tengah semangat peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 dan menyambut Tahun Baru Islam 1448 Hijriah. **Dharma Wanita Persatuan (DWP) Perwakilan BKKBN Provinsi Banten** mengambil peran garda terdepan dengan berkolaborasi bersama Lembaga Amil Zakat (LAZ) Qalamul Umran.
Indonesia menggelar aksi kemanusiaan bertajuk *"Gema Harganas dan Muharam Peduli Stunting: Kolaborasi Program Genting Untuk Keluarga Berisiko Stunting"*.
Kegiatan yang sarat akan nilai kepedulian ini menyasar 100 penerima manfaat, yang terdiri dari 85 Keluarga Berisiko Stunting (KRS) dan 15 anak yatim. Aksi nyata ini dilaksanakan secara maraton di tiga wilayah, yaitu Kecamatan
Warunggunung dan Kecamatan Cibadak di Kabupaten Lebak, serta Kecamatan Cimanuk di Kabupaten Pandeglang.
Sebagai organisasi yang berfokus pada ketahanan keluarga, DWP BKKBN Banten tidak hanya sekadar memberikan paket bantuan nutrisi dan santunan anak yatim, tetapi juga turun langsung
memberikan edukasi mendalam mengenai pengasuhan 1000
Hari Pertama Kehidupan (HPK). Kegiatan ini menjadi bukti komitmen berkelanjutan DWP dalam memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan keluarga di Banten.
### **Sentuhan Ibu dari DWP BKKBN Banten: Mengawal Gizi dan Edukasi di Akar Rumput**
Ketua DWP Perwakilan BKKBN Provinsi Banten menegaskan bahwa keterlibatan aktif anggotanya dalam
Program Genting ini adalah bentuk pengejawantahan dari peran perempuan sebagai tiang negara dan motor penggerak kesejahteraan keluarga.
"Kami di DWP BKKBN Banten berkomitmen untuk tidak menjadi penonton. Penurunan stunting butuh sentuhan langsung ke dapur-dapur masyarakat. Lewat momentum Harganas dan Muharam ini, kami memastikan bantuan pangan padat gizi tepat sasaran, sekaligus mengedukasi para ibu mengenai pola olah pangan yang sehat. Kami ingin memastikan tidak ada anak Banten yang kekurangan perhatian dan nutrisi," ujarnya di sela-sela penyerahan bantuan.
Kehadiran DWP di Kecamatan Warunggunung, Cibadak, dan Cimanuk menjadi jembatan emosional yang kuat antara program pemerintah dan kebutuhan riil kaum ibu di akar rumput.
### **Harganas ke-33: Momentum Ayah Wajib Hadir dalam Pengasuhan**
Sejalan dengan tema besar Harganas ke-33 Tahun 2026 yang menggaungkan pentingnya kehadiran ayah di tengah keluarga, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Banten bersama DWP menyuarakan bahwa urusan gizi dan stunting bukan lagi melulu tugas seorang ibu.
"Melalui tema Harganas tahun ini, DWP bersama BKKBN ingin mengetuk kesadaran para kepala keluarga. **Ayah wajib hadir!**
Kehadiran ayah bukan sekadar mencari nafkah, tetapi juga hadir secara emosional, memastikan asupan nutrisi ibu hamil terjaga, dan ikut serta dalam mengasuh anak. Kolaborasi ini menjadi ruang edukasi agar para ayah di Banten lebih peduli dan terlibat aktif memutus rantai stunting," tegas
Kepala Perwakilan BKKBN Banten.
### **Spirit Muharam 1448 H: Hijrah Menuju Kepedulian dan Kesalehan Keluarga**
Sementara itu, perwakilan dari LAZ Qalamul Umran Indonesia menyampaikan apresiasi mendalam atas dedikasi DWP BKKBN Banten yang bergerak lincah di lapangan. Bulan Muharam 1448 H membawa spirit "hijrah" atau transformasi ke arah yang lebih baik. Mengasuh anak dengan penuh tanggung jawab dan menyantuni anak yatim adalah wujud nyata dari kesalehan sosial.
"Memasuki tahun baru Islam 1448 H, mari kita berhijrah dari pola asuh yang abai menjadi lebih peduli. Seorang ayah yang hadir di tengah keluarganya, didukung oleh ibu cerdas dari kader-kader DWP yang tangguh, adalah benteng utama keluarga yang amanah. Bersama BKKBN dan DWP, kita membumikan kepedulian ini melalui aksi nyata," ungkapnya.
Semangat "Banten Selalu Jawara" demi Masa Depan Anak Bangsa**
Langkah berani dan masif ini digerakkan oleh budaya kerja internal BKKBN Banten serta militansi organisasi DWP yang solid.
Dengan semangat Banten Bisa, Banten Selalu Jawara, seluruh tim bergerak cepat, responsif, dan menolak menyerah dalam menghadapi tantangan stunting demi mencetak generasi masa depan yang unggul.
BKKBN dan DWP Banten memastikan bahwa setiap kebijakan tidak hanya berhenti di atas kertas, tetapi mewujud dalam bentuk gizi yang sampai ke tangan anak-anak Banten.*Panggilan Kemanusiaan: Mari Gabung di "Program Genting"!**
Masalah stunting adalah tantangan besar yang tidak bisa diselesaikan oleh satu instansi saja. Oleh karena itu, DWP dan BKKBN Banten bersama LAZ Qalamul Umran Indonesia membuka pintu
selebar-lebarnya dan
mengajak seluruh lapisan masyarakat—mulai dari sektor swasta, komunitas, akademisi, hingga individu—untuk ikut berkolaborasi membantu sesama melalui Program Genting (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting).**
Uluran tangan dan kepedulian kolektif kita hari ini adalah penentu masa depan anak-anak Banten besok. Mari jadikan momentum Harganas ke-33 dan Tahun Baru Hijriah 1448 H ini sebagai langkah awal gotong royong demi melahirkan generasi
Banten yang sehat, cerdas, dan berakhlak mulia. Karena anak yang hebat, lahir dari ibu yang bahagia, ayah yang hadir seutuhnya, dan lingkungan yang peduli.
(Red/Op)

Posting Komentar