MALILI – SULSEL.MERAKnusantara.com- Kamis, *10 September 2026* menjadi saksi kembalinya semangat idealisme jalanan. *Yantono*, sosok yang akrab disapa *Antonio*, eks Ketua *Federasi Trasindo* dan Ketua *Konstruksi Bangunan Jalan Informal*, kembali "turun gunung" sebagai *Pemerhati Rakyat*.
Ia hadir memegang megaphone mengawal *Aksi Damai Buruh di Kantor DPRD Luwu Timur* untuk membela nasib *Relawan SPPG Puncak Indah Malili* yang dipecat secara sepihak.
Aksi ini bukan sekadar unjuk rasa. Bagi Yantono, ini adalah upaya mengembalikan *Marwah Perjuangan Demokratis* para pendahulu - perjuangan yang lahir dari keberanian, keterbukaan publik, dan keberpihakan pada rakyat kecil.
"Bagi saya, diam dalam pembungkaman adalah bentuk pengkhianatan terhadap nasib rakyat yang tergilas oleh kebijakan yang hanya pro kepada oligarki dan kaum kapitalis,"_ tegas Yantono lantang di depan massa aksi.
Sebagai Pemerhati Rakyat, Yantono menyoroti kondisi wilayah *Bumi Batara Guru, Kab. Luwu Timur* yang kaya sumber daya alam tambang, namun masyarakat lokalnya masih jauh dari kata sejahtera.
"Kami hadir untuk memperjuangkan nasib masyarakat lokal yang sejatinya wajib diberdayakan. Kaum kapitalis di sektor pertambangan harus hadir memberi perhatian dan kepedulian. Masyarakat sekitar berhak mendapatkan pemberdayaan dan perlindungan sosial yang lebih komprehensif dan adil,"_ lanjutnya.
Bagi Antonio, memilih hidup bersama masyarakat kalangan bawah bukanlah strategi politik. Ini adalah *panggilan nurani*.
Fokus perjuangannya jelas: *Pemberdayaan Tenaga Kerja Lokal*. Ia meyakini bahwa pembangunan tidak akan bermakna jika tidak dimulai dari perut dan masa depan rakyat di sekitar lingkar industri.
> _"Selama masih ada satu orang buruh yang diperlakukan tidak adil, selama masih ada satu keluarga yang haknya dirampas, maka megaphone ini akan terus saya suarakan,"_ pungkasnya.
Kehadiran Yantono di tengah aksi 10 September 2026 ini menjadi pengingat bahwa semangat idealisme untuk rakyat tidak pernah padam. Ia adalah bukti bahwa memperjuangkan keadilan adalah kerja sepanjang masa, bukan jabatan.
*#Catatan*: Profil ini ditulis sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para pejuang rakyat yang konsisten menyuarakan keadilan sosial dan pemberdayaan di daerah.
*Humas Aliansi FSPBI-KSN Luwu Timur*



