Meraknusantara

SINERGITAS GENERASI - DARI PURANGI SAMPODDO UNTUK INDONESIA: KAKEK MIDDIN PONG RANDANG (82) AJARKAN ARTI APRESIASI - MAHASISWA SEBAGAI PEJUANG, POLRI SEBAGAI PENJAGA, DAN PRESIDEN SEBAGAI HARAPAN RAKYAT


PALOPO - SULSEL.MERAKnusantara.com- 

Sebuah pelajaran demokrasi dan kebangsaan yang sangat edukatif datang bukan dari ruang kuliah, tapi dari sebuah teras sederhana di Purangi Sampoddo, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo.*

Adalah *Middin Pong Randang (82)*, sesepuh warga Purangi, keluarga besar Rumpun Basse Sang Tempe (BASTEM), yang memberikan kuliah kebangsaan gratis kepada kita semua saat ditemui *Ketua Umum LSM Aspirasi & LBH No Viral No Justice, M. Nasrum Naba, C.L.A.*

Di usianya yang hampir setara dengan usia Kemerdekaan RI ke-81, dengan kacamata dan topi putihnya, Kakek Middin mengajarkan 3 pilar sinergitas berbangsa yang seringkali kita lupakan.

*PELAJARAN 1: EDUKASI - MAHASISWA ADALAH PEJUANG SEJATI, BUKAN PERUSUH*

Bagi Kakek Middin, mahasiswa bukan kelompok yang suka demo dan mengganggu jalan. Mahasiswa adalah *Pejuang Sejati Pembela Rakyat.*

> "Hancur negara. Negara sudah hancur kalau tidak ada mahasiswa. Saya yakin seratus persen negara sudah hancur seandainya tidak ada mahasiswa," tegas Kakek Middin dalam video berdurasi 1 menit 18 detik itu.

Ini adalah edukasi bagi kita semua, terutama generasi muda. Sejarah mencatat, dari tahun 1945, 1966, 1974, 1998, hingga 2024, mahasiswa selalu menjadi *moral force* yang mengawal pejabat dengan pejabat, mengawal kekuasaan agar tidak dikuasai bangsa dari negara luar.

Pesan edukatifnya: *Jangan alergi dengan kritikan mahasiswa. Dengarkan. Apresiasi. Karena merekalah yang memperjuangkan haknya rakyat ketika rakyat kecil tidak bisa bersuara.*

*PELAJARAN 2: SINERGITAS - APRESIASI KEPADA APARAT PENEGAK HUKUM YANG TEGAS*

Yang menarik, di sela apresiasinya kepada mahasiswa, Kakek Middin juga memberikan apresiasi kepada institusi Polri.

Dengan mengangkat dua jempol, beliau mengakui *sikap tegas Kapolri* dalam menjaga stabilitas negara (sebagaimana yang beliau sebut dengan nama Jenderal Suyudi Ario Seto).

Ini adalah contoh sinergitas yang sehat:

*Rakyat Mengkritik Pemerintah Lewat Mahasiswa, Tapi Rakyat Juga Mengapresiasi Polri Yang Tegas.*

Tidak ada dikotomi mahasiswa vs polisi. Keduanya adalah anak bangsa yang punya peran masing-masing. Mahasiswa mengawasi, Polri menjaga. Jika keduanya bersinergi, negara aman.

Pesan edukatifnya: *Kritik dan apresiasi harus seimbang. Jangan hanya bisa menghujat, tapi juga harus berani memuji jika aparat bekerja tegas dan benar.*

*PELAJARAN 3: HARAPAN - PRESIDEN SEBAGAI SIMBOL KEBANGGAAN DAN KEBERLANJUTAN*

Sebagai seorang sesepuh Bastem Sang Tempe yang telah melalui banyak presiden, Kakek Middin dengan hati nuraninya menyampaikan pandangan bahwa *Presiden Prabowo Subianto bisa dipilih kembali untuk periode berikutnya.*

Bukan karena fanatisme politik, tapi karena beliau melihat ada rasa bangga dan harapan akan keberlanjutan pembangunan.

Ini mengajarkan kita tentang *etika demokrasi yang santun.* Seorang kakek 82 tahun di pelosok Purangi pun paham, bahwa demokrasi bukan tentang membenci, tapi tentang memberi kesempatan dan harapan.

*Pesan dari Purangi untuk Indonesia:*

Pertemuan Ketua LSM Aspirasi dengan Kakek Middin Pong Randang di Purangi Sampoddo ini menjadi simbol *Sinergitas Tiga Pilar:*

1.  *Orang Tua / Sesepuh (Kearifan Lokal)* sebagai pemberi nasihat dan penjaga moral.

2.  *Mahasiswa (Agent of Change)* sebagai pejuang dan pengawal rakyat.

3.  *Aparat & Pemerintah (Polri & Presiden)* sebagai penjaga dan pelaksana harapan.

Jika ketiga pilar ini saling mengapresiasi, saling mendukung, dan saling mengingatkan, maka *Indonesia tidak akan hancur.*

Sebagaimana kata Kakek Middin: *"Untung ada mahasiswa. Kalau tidak ada mahasiswa, negara ini sudah hancur."*

Mari kita rawat sinergitas ini. Dari Palopo, dari Purangi Sampoddo, untuk Indonesia.

*Penulis: M. Nasrum Naba, C.L.A*

*Ketua Umum LSM Aspirasi & Koordinator Luwu Raya LBH No Viral No Justice*

Lebih baru Lebih lama

ads

Magspot Blogger Template

ads

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال