LUWU TIMUR — Dugaan intimidasi terhadap seorang jurnalis saat menjalankan tugas jurnalistik di SPBU Lopi, Desa Pancakarsa, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, menuai kecaman dari berbagai pihak,
Salah satunya datang dari Ketua DPC Aliansi Media Jurnalis Independen (AMJI RI) Kabupaten Luwu Timur, Jayus Sagena.
Jayus mengecam segala bentuk tekanan maupun intimidasi terhadap jurnalis yang sedang menjalankan tugas. Menurutnya, apabila terdapat persoalan terkait aktivitas jurnalistik, pihak SPBU dapat menempuh mekanisme yang sesuai dengan ketentuan pers.
"Kami mengecam segala bentuk tekanan atau intimidasi terhadap jurnalis di SPBU. Pers itu bebas sesuai dengan UU Pers. Jika jurnalis tersebut keluar dari etik, sebaiknya pihak manajemen SPBU Lopi melakukan teguran dengan cara etik juga atau bersurat ke redaksi maupun Dewan Pers," ungkap Jayus.
Manajemen SPBU Sampaikan Permohonan Maaf
Menanggapi sorotan tersebut, Direktur SPBU Pancakarsa, Nursalam, menyampaikan permohonan maaf atas nama manajemen atas ketidaknyamanan yang terjadi.
"Kami atas nama manajemen SPBU Pancakarsa memohon maaf kepada seluruh konsumen atas ketidaknyamanan yang terjadi.
Kami akan terus berupaya melakukan pembenahan agar pelayanan ke depan dapat berjalan lebih tertib dan sesuai dengan ketentuan," ujar Nursalam.
Klarifikasi Oknum yang Mengaku sebagai Pihak Pengadaan Barang
Nursalam juga memberikan klarifikasi terkait adanya seseorang yang mengaku sebagai pihak pengadaan barang di SPBU Pancakarsa.Ia menegaskan bahwa orang tersebut bukan merupakan bagian dari staf maupun karyawan SPBU Pancakarsa.
"Kami perlu menegaskan bahwa oknum yang mengaku sebagai pihak pengadaan barang tersebut bukan bagian dari staf atau karyawan SPBU Pancakarsa," tegas Nursalam.
Manajemen mengimbau masyarakat agar berhati-hati terhadap pihak yang mengatasnamakan SPBU untuk kepentingan tertentu dan melakukan konfirmasi langsung kepada manajemen apabila menemukan hal yang meragukan.
Manajemen Tanggapi Pemberitaan Antrean Solar
Menanggapi adanya beberapa pemberitaan terkait keluhan warga mengenai antrean Solar di SPBU Lopi, manajemen SPBU Pancakarsa memberikan penjelasan mengenai kondisi pelayanan di lapangan.
Nursalam mengatakan, manajemen telah berupaya memberikan pelayanan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk menerapkan sistem ganjil-genap.
Menurutnya, sejumlah kendaraan dengan pelat nomor genap telah mengantre sejak pagi hingga sore, namun saat tiba giliran pelayanan, stok Solar telah habis. Kendaraan tersebut antara lain kendaraan pengangkut beras Bulog, ekspedisi, serta kendaraan yang akan melanjutkan perjalanan menuju Sulawesi Tengah.
Karena telah lama mengantre tanpa mendapatkan BBM, para pengemudi kemudian meminta agar dapat difasilitasi untuk memperoleh pelayanan pada hari berikutnya.
Nursalam juga menjelaskan bahwa terdapat sejumlah kendaraan yang mendapatkan perhatian khusus sesuai ketentuan, seperti ambulans, kendaraan pemadam kebakaran, kendaraan ekspedisi, transportasi pelayanan umum, serta kebutuhan tertentu di sektor pertanian.
Terkait kendaraan yang terlihat mengambil posisi mundur dari antrean, manajemen menyebut sebagian kendaraan tersebut mengambil BBM menggunakan jeriken berdasarkan rekomendasi Dinas Pertanian dan Koperindag untuk kebutuhan pertanian, termasuk pompanisasi.
Manajemen mengakui pengaturan antrean masih menghadapi berbagai kendala. Selain kepatuhan konsumen terhadap antrean, keterbatasan stok Solar dibandingkan tingginya kebutuhan masyarakat turut memengaruhi kelancaran pelayanan.
Melayani Masyarakat di Lima Kecamatan
Nursalam menjelaskan bahwa SPBU Pancakarsa berada di jalur Trans Sulawesi dan melayani kendaraan lintas provinsi serta kebutuhan masyarakat di lima kecamatan, yakni Mangkutana, Kalaena, Tomoni, Tomoni Timur, dan Angkona.
Selain kendaraan umum, SPBU juga melayani bus lintas provinsi, kendaraan pelayanan umum, serta kebutuhan sektor pertanian berdasarkan rekomendasi instansi terkait.
Dengan cakupan pelayanan tersebut, kebutuhan Solar terkadang lebih besar dibandingkan stok yang tersedia sehingga menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kelancaran pelayanan.
Manajemen Sedang Melakukan Pembenahan
Nursalam menambahkan bahwa SPBU Pancakarsa saat ini sedang dalam proses pergantian manajemen. Pihaknya juga melakukan sejumlah pembenahan, baik dari sisi sarana pelayanan maupun administrasi internal.
"Kami akan terus melakukan pembenahan, baik dari sisi pelayanan maupun administrasi. Kami juga berharap masyarakat dapat memahami berbagai kendala yang dihadapi di lapangan. Kritik dan masukan tentu menjadi perhatian kami untuk meningkatkan kualitas pelayanan," tutup Nursalam.
Melalui penjelasan tersebut, manajemen SPBU Pancakarsa berharap masyarakat memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai kondisi pelayanan Solar, penerapan sistem ganjil-genap, serta berbagai pembenahan yang sedang dilakukan.
(Jys)


