Meraknusantara

ROTASI BIROKRASI LUWU BUPATI PANGKAS BIROKRASI GEMUK, BKPP AMJI-RI SEBUT LOMPATAN STRATEGIS BERBASIS INTEGRITAS


LUWU  Langkah berani Bupati Luwu menata ulang jajaran aparatur pasca-restrukturisasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mendapat suntikan legitimasi dan dukungan penuh dari lembaga pengawas pembangunan. Badan Kajian dan Pengawasan Pembangunan AMJI-RI (BKPP AMJI-RI) menilai kebijakan tersebut bukan sekadar rotasi rutin, melainkan lompatan strategis dan manifestasi political will untuk memangkas birokrasi gemuk menuju pelayanan yang lincah dan berintegritas.

Ketua BKPP AMJI-RI, Muh Rafi, S.E., menegaskan rotasi dan mutasi pimpinan adalah cerminan arah mata angin kepemimpinan. Di tengah tuntutan efisiensi, Pemkab Luwu dinilai responsif dengan membangun iklim kerja yang *lean and agile — ramping namun bertaji.*

"Selama ini birokrasi yang terlalu gemuk terjebak dalam sekat koordinasi yang kaku dan lambat. Dengan rasionalisasi dan penggabungan struktur OPD ini, alur koordinasi antar-instansi akan jauh lebih cepat, efektif, dan minim hambatan administratif," ujar Muh Rafi dalam keterangan resminya.

Lebih dari sekadar efisiensi struktur, kata Muh Rafi, kunci utama dari penataan ini adalah penempatan aparatur berbasis kompetensi.

Prinsip *'the right man on the right place'* yang diterapkan Bupati Luwu diyakini akan membakar semangat baru. Para pejabat yang dikukuhkan pasca-restrukturisasi tidak hanya membawa jabatan baru, tetapi juga ide-ide segar, strategi terobosan, dan keberanian untuk keluar dari zona nyaman demi akselerasi pembangunan daerah.

Namun, fondasi paling vital dari seluruh kebijakan ini, menurut BKPP AMJI-RI, adalah komitmen Bupati Luwu yang secara tegas menekankan etos 'melayani, bukan dilayani' dan integritas sebagai standar tertinggi.

"Kekuatan birokrasi tidak diukur dari kecanggihan sistemnya, melainkan dari kejujuran pelaksananya. Ketika integritas dijadikan standar tertinggi dalam penataan pejabat, celah penyalahgunaan wewenang otomatis tertutup. Inilah yang akan melahirkan pelayanan publik yang bersih, ramah, akuntabel, dan transparan," tegasnya.

Muara dari semua penataan ini, lanjut Muh Rafi, adalah kepuasan masyarakat Luwu. Dengan struktur yang efisien dan pejabat yang berintegritas, pelayanan krusial seperti administrasi kependudukan, perizinan, layanan kesehatan, hingga penguatan sektor unggulan pertanian dan perikanan diharapkan terlayani jauh lebih presisi, ramah, dan tepat waktu.

Atas dasar itu, BKPP AMJI-RI menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan mutasi berintegritas tersebut. Pihaknya mendorong seluruh aparatur yang baru dilantik untuk segera membuktikan amanah dengan kerja nyata, serta mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengawal momentum positif ini.

"Ini momentum untuk mewujudkan Kabupaten Luwu yang semakin maju, sejahtera, dan bermartabat. Jangan sia-siakan angin segar ini," *pungkas* Muh Rafi.

(Jys) 

Lebih baru Lebih lama

ads

Magspot Blogger Template

ads

Magspot Blogger Template
Magspot Blogger Template

نموذج الاتصال